PELALAWAN - Upaya memutus penyebaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, diperkuat dengan operasi pemadaman dari udara.
Sebanyak tiga helikopter Water Bombing (WB) diterjunkan untuk membantu tim gabungan mengatasi kebakaran di Desa Mak Teduh dan Kelurahan Kerumutan, Minggu (2/8/2026).
Pengerahan armada udara tersebut menjadi bagian dari strategi Satgas Karhutla Provinsi Riau untuk mempercepat penanganan titik api yang dinilai cukup besar dan menghasilkan kepulan asap pekat.
Dari tiga helikopter yang beroperasi, dua unit difokuskan ke wilayah Desa Mak Teduh, sementara satu unit lainnya dikerahkan menuju Kelurahan Kerumutan.
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan mengatakan, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan kekuatan tim udara dan personel di lapangan.
"Hari ini ada 3 helikopter WB membantu pemadaman Karhutla di Pelalawan. Dua heli di Mak Teduh dan satu heli di Kerumutan," ungkap Zulfan.
Kebakaran di Desa Mak Teduh menjadi salah satu fokus utama penanganan. Titik api tersebut diketahui mulai muncul sejak dua hari sebelumnya dan kemudian ditangani melalui operasi gabungan dari udara dan darat.
Helikopter Water Bombing melakukan penyiraman dengan menjatuhkan bom air langsung ke area yang masih terbakar.
Sementara dari permukaan tanah, tim gabungan rayon kecamatan bersama Manggala Agni dan regu pemadam kebakaran perusahaan terus melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali membesar.
Pola serupa diterapkan di Kelurahan Kerumutan. Tim darat dan udara bekerja secara bersamaan untuk mengepung titik kebakaran sekaligus mempersempit ruang gerak api.
Menurut Zulfan, strategi pemadaman juga diarahkan untuk mengendalikan bagian kepala api terlebih dahulu.
Langkah ini dilakukan guna mencegah kobaran merambat ke wilayah lain yang belum terdampak.
"Sekarang fokus ke titik api bagian tengah, karena bagian tepi sudah padam dan tinggal asap saja," ucapnya.
Besarnya kobaran dan kepulan asap menjadi alasan dua lokasi tersebut mendapat perhatian khusus dalam operasi penanganan Karhutla Pelalawan.
Namun, proses pemadaman di lapangan tidak berjalan tanpa hambatan. Tim gabungan menghadapi kondisi cuaca berupa panas terik serta hembusan angin kencang yang berpotensi memengaruhi pergerakan api.
Satgas Karhutla Pelalawan pun menyiapkan opsi penambahan personel apabila api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Penguatan pasukan diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru di sekitar lokasi.
Sementara itu, estimasi awal luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari lima hektare.
Namun, angka tersebut masih berdasarkan pengamatan visual di lapangan dan belum melalui pengukuran resmi.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan lima hektar lebih. Tapi masih pandangan mata di lapangan saja. Belum diukur resmi," tandasnya.